LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

3 Pemain Timnas U-19 yang Tampil Memukau di Turnamen Kroasia.

 Ilustrasi timnas U-19
Timnas U-19 tengah menggelar pemusatan latihan di Kroasia. pelatih  timnas U-19 Shin Tae yong banyak melakukan perombakan ditubuh skuat timnas U-19 ketika berlaga di International U-19 Friendly 2020 di Kroasia.

Dari 3 hasil pertandingan, timnas U-19 mengawali International U-19 Friendly 2020 dengan kekalahan telak dari Bulgaria U-19 0-3 dan di bantai tuan rumah Kroasia dengan skor mencolok 1-7.
Namun, garuda muda mampu bangkit pada laga terahir melawan Arab Saudi. Sempat tertinggal 0-3, pasukan Shin Tae yong mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada pengujung laga.

Dafi 3 pertandingan yang telah dilakoni, Shin Tae-yong mematangkan formasi 4-4-2. Pola tersebut telah lama ditinggalkan di Timnas Indonesia, khususnya U-19 dan di kompetisi dalam negeri.

Dengan minornya pencapaian Timnas Indonesia U-19 dan pemain harus beradaptasi dengan pola baru, masih ada beberapa nama yang mampu bermain baik selama turnamen. Witan Sulaeman, contohnya.

Witan sulaiman

Gelandang berusia 18 tahun itu diplot sebagai motor serangan oleh Shin Tae-yong. Pemain klub Serbia, Radnik Surdulica, ini selalu dipasang sebagai starter dalam tiga pertandingan.

Witan Sulaiman tampil mengesankan, mempunyai daya jelajah yang tinggi dikombinasikan dengan skill individunya yang berada di atas rata-rata membuatnya diandalkan oleh Shin Tae-yong untuk mengacak-acak pertahanan tim lawan dan melayani lini depan.

David Maulana

David Maulana selalu dipercaya Shin Tae yong dalam tiga pertandingan di turnamen ini. Bahkan pada dua pertandingan terakhir, pemain berusia 18 tahun itu didapuk sebagai kapten tim.

David berperan sebagai gelandang bertahan dalam formasi 4-4-2 Shin Tae yong. David sebagai pemain yang komplet sebagai gelandang bertahan. Selain bisa memutus serangan tim lawan, pemain Barito Putera itu juga pandai dalam membangun serangan.

Bagas Kaffa

Bagas kaffa merupakan bek timnas U-19 andalan era Fahri husaini, namun pada era Shin tae yong, pemain barito putra itu terpinggirkan dan bermain sebagai pengganti.

Namun, Bagas Kaffa yang diberi kesempatan tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Pada saat melawan Kroasia Bagas Kahfa masuknsebagai pengganti dan mampu mencetak gol, dan memberi assist untuk gol Saddam ketika menghadapi Kroasia U-19.


View this post on Instagram

A post shared by ais sekiya (@ais.sekiya) on
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar