LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Ternyata PSSI yang Meminta AFC untuk Melengserkan Ratu Tisya dari Jabatannya

Tisya Tisya mantan sekjen PSSI
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria akhirnya meninggalkan jabatannya di Komite Kompetisi AFC pada Jumat 24 Juli 2020. Kepastian itu didapat setelah AFC berkirim surat kepada PSSI.

Dalam surat tersebutberisi bahwa AFC mengabulkan permintaan PSSI untuk menggantikan posisi Tisha dengan Endri Erawan. Surat dari PSSI itu tertanggal 30 Juni 2020.

Dengan demikian, Tisha sudah tidak lagi menjadi wakil Indonesia di Komite Kompetisi AFC periode 2019-2023. Jabatan yang dia emban ketika bertugas sebagai Sekretaris Jenderal PSSI.

"Komite Eksekutif AFC pada 23 Juli 2020 telah menyetujui penunjukkan Endri Erawan sebagai Anggota Komite Kompetisi untuk menggantikan Ratu Tisha Destria," demikian surat AFC kepada PSSI.

"Kami apresiasi atas dukungan, kontribusi, dedikasi, dan kerja keras Ratu Tisha Destria dalam masa jabatannya sebagai anggota Komite Kompetisi AFC."

Sebenarnya isu dilengserkannya Ratu Tisha dari kedudukan di AFC dan juga AFF sudah muncul sejak dia mengundurkan diri sebagai Sekjen PSSI pada 13 April 2020 lalu. Secara tiba-tiba, dia memilih mundur dan membuat publik bertanya-tanya.

keputusan Ratu Tisha mundur sebagai Sekjen PSSI cuma selang beberapa hari dari ucapan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan di hadapan Anggota Komisi X DPR RI dalam rapat virtual yang mengaku sudah membatasi wilayah kerjanya di PSSI.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawanmenjelaskan bahwasannya ia melakukan itu karena menganggap Tisha kerap kali terlalu jauh dalam mengambil keputusan. Sehingga dia membatasi peran perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, bahkan untuk sekadar berbicara kepada media massa.

"Yang bersangkutan tidak ada lagi memberikan keputusan yang bersifat strategis. Bahkan, penyampaian-penyampaian di media pun sudah saya ambil alih semua karena memang ada hal yang kurang pas," ucapnya.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar