LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Seorang Warga di Ponorogo Akses Jalan Kerumahnya Ditutup Karena Kotoran Ayam

Nasib memperihatinkan dialami Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Pasalnya, hanya karena kotoran ayam, depan rumahnya kini ditutup dengan pagar tembok setinggi satu meter oleh tetangganya berinisial M

Kepala Desa Gandukepuh Suroso mengatakan, masalah yang dialami Wisnu dengan tetangganya itu sebenarnya dipicu persoalan sepele. Waktu itu tetangganya berinisial M menginjak kotoran ayam yang dipelihara Wisnu. Karena emosi akhirnya akses depan rumahnya ditutup dengan pagar tembok

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso

Aksi arogan tetangga Wisnu berinisial M tersebut sebenarnya juga disesalkan warga sekitar. Terlebih lagi pagar tembok yang dibangun itu berada di lahan milik desa. Namun hal itu justru diklaim secara sepihak oleh M

Terkait masalah itu, Suroso mengatakan, sudah berulang kali dilakukan mediasi, tapi selalu gagal. Bahkan, kasus tersebut sudah dibawa ke meja hijau dan pengadilan memenangkan Wisnu. Tapi tetangganya tersebut tetap tidak mengindahkan putusan pengadilan dan masih berusaha melakukan banding

"Bersikukuh si M, merasa kalau itu haknya," kata Suroso, Jumat (24/7/2020)

Akibat ulah tetangganya itu, Wisnu mengaku setiap hari terpaksa harus memanjat pagar tembok setinggi satu meter tersebut saat masuk dan keluar rumah. Kondisi yang dialaminya itu sudah terjadi sejak empat tahun terakhir

Meski sudah beberapa kali dilakukan mediasi dan ada putusan pengadilan, tapi tetangganya tersebut bersikukuh tidak mau merobohkan pagar temboknya. Padahal, pagar yang dibangun itu menutup akses jalan ke rumahnya dan berada di lahan milik desa

"Pagar tembok itu dibangun sejak tahun 2017 lalu," kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (24/7/2020)

Meski ada jalan alternatif di samping rumahnya, namun diketahui hanya selebar badan orang dewasa. Sehingga membuatnya sulit untuk melintas

"Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” imbuhnya

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar