LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Kecewa Liga 1 Dipusatkan Di Jawa, Persiraja Protes Minta Subsidi RP 1,5 Milyar Perbulan

Skuat Persiraja 2020
PSSI telah menetapkan liga 1 2020 kembali di gelar oktober mendatang, untuk lokasi pertandingan, seluruhnya akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Khusus klub-klub dari luar Pulau Jawa seperti Persiraja Banda Aceh, Persipura Jayapura, Bali United, Borneo FC, PSM Makassar, dan Barito Putera, rencananya mereka akan dikumpulkan di Jogjakarta. Mereka ber-home base di sana

Salah satu klub yang tidak setuju dengan keputusan PSSI tersebut adalah Persiraja, Persiraja Banda Aceh langsung merespons surat LIB tersebut. Melalui sekretarisnya, Rahmat Djailani, Laskar Rencong cukup kecewa dengan keputusan semua pertandingan harus dilakukan di Pulau Jawa.

Rahmat mengatakan, untuk Persiraja, hal itu sangat merugikan. Apalagi, seluruh pertandingan tidak akan dihadiri suporter. Pemasukan Persiraja dari tiket penonton tentu akan hilang.

Persiraja sudah menjual tiket terusan selama satu musim untuk fansnya. Tiket terusan untuk pertandingan kandang di Stadion Harapan Bangsa, Aceh.

’’Ya mau bagaimana, kami sudah perjuangkan agar bisa main di Aceh. Tapi keputusan LIB begitu, nanti tinggal di hak komersial dan fasilitas yang diberikan saja seperti apa,’’ ujarnya.

Secara pribadi, Rahmat ingin hak komersial alias subsidi bisa benar-benar menutup seluruh pengeluaran tim. Setidaknya, satu bulan Persiraja mendapat subsidi Rp 1,5 miliar. ’’Kalau kurang dari itu, pasti kami akan protes,’’ ucapnya.

Selain itu, masalah fasilitas, Persiraja ingin LIB menggratiskan semua biaya sewa hotel selama ber-home base di Jogjakarta. Stadion yang dipakai pun harus digratiskan alias timnya tidak mau membayar sewa.

’’Rapid test dan protokol kesehatan juga
harus ditanggung LIB. Ada lapangan latihan dan transpor bus, semua harus gratis,’’ tegasnya.


Related Posts

Related Posts

Posting Komentar