LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Sempat Ngotot Tolak Liga 1 Kembali di Gelar, Madura United Ahirnya Berubah Pikiran

Madura United sempat menjadi klub yang paling ngotot agar Liga 1 2020 tidak dilanjutkan akibat pandemi virus corona COVID-19. 

Namun belakangan, Laskar Sape Kerrab melunak dan siap ikut serta dalam kompetisi Liga 1 mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq. Dia menegaskan apapun keputusan yang diambil PSSI soal kelanjutan kompetisi timnya siap mengikuti.

Ziaul Haq juga menjelaskan perihal sikap tim berjuluk Sapeh Kerab itu yang sempat menolak kompetisi dilanjutkan. 

Menurutnya Madura United memiliki pendapat yang kuat perihal kelanjutan kompetisi, salah satunya adalah masalah pengunduran diri Dirut LIB yang lama, Cucu Soemantri.

Madura United tak ingin melanjutkan kompetisi jika LIB tak menyelesaikan konflik internalnya terlebih dahulu, termasuk masalah pergantian direksi.

“Pada awal pembahasan kompetisi usainya pengunduran Dirut LIB sebelumnya. Kami memang tegas menolak membahas kompetisi karena harus jelas dulu nahkoda dari LIB,” ujarnya.

“Pada prinsipnya, apapun keputusan PSSI dan LIB setelah direksi dibentuk kami siap mengikuti, termasuk rencana menggulirkan kembali kompetisi,” sambung Zia.

Ziaul haq berharap ketika kompetisi kembali bergulir mendatang, masalah keselamatan dan kesehatan tim diperhatikan betul oleh PSSI dan LIB. Selain masih mempelajari protokol kesehatan selama pertandingan digelar di masa pandemi.

Ziaul haq mengaku terus akan menyoroti kesiapan operator liga dalam menyelenggarakan kompetisi ditengah situasi pandemi yang belum bisa dipastikan kapan berakhir.

“Dalam rencana pelaksanaan kompetisi, tentunya sudah dipersiapkan secara matang oleh federasi dengan arahan dari Satgas Covid 19,” tuturnya.

“Protokol pelaksanaan pertandingan secara tertulis sebagai panduan pelaksanaan pertandingan. Sangat baik juga dimasukkan sebagai regulasi. 

Sehingga ada penetapan secara tertulis dan bisa menjadi panduan klub dan pihak-pihak yang terlibat secara langsung,” pungkas Zia.

Seperti diketahui, sebelumnya Madura United jadi tim yang menolak ikut serta Liga 1 di tengah masa pandemi. Hal itu disampaikan oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar