LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Rupiah Hajar Dolar, Nilai Tukar Rupiah Berada di Posisi Rp14.095 per Dolar AS

Ilustrasi penukaran Rupiah terhadap dollar
New Normal Beri Tenaga Rupiah ke Rp14.095 per Dolar AS. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 195 poin atau 1,33 persen ke level Rp14.415 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 97,869 pada pukul 14.53 WIB.
Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.095 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6) sore.

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.095 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (3/6) sore. Posisi tersebut menguat 2,22 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.415 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.245 per dolar AS atau naik dibandingkan posisi kemarin yakni Rp14.502 per dolar AS.

Sore ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Rupiah menguat bersama dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,16 persen, dolar Taiwan menguat 0,26 persen, won Korea Selatan menguat 0,70 persen, peso Filipina menguat 0,48 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,22 persen.

Sementara itu, yen Jepang melemah 0,05 persen, rupee India melemah 0,15 persen, yuan China melemah 0,14 persen, dan baht Thailand melemah 0,13 persen terhadap dolar AS.

Tercatat, poundsterling Inggris menguat 0,21 persen dan dolar Australia menguat 0,04 persen. Sedangkan dolar Kanada melemah 0,01 persen dan franc Swiss melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rencana pemberlakuan new normal menjadi sentimen positif pada aset berisiko seperti saham. Terbukti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup hampir 2 persen, tepatnya 1,93 persen menjadi 4.941. Ia menilai pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta untuk masuk ke aset berisiko.

"Euforia pembukaan aktivitas ekonomi di tengah pandemi, termasuk rencana new normal memberikan sentimen positif ke aset berisiko," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Kondisi tersebut, lanjutnya, memberikan energi pada pergerakan rupiah. Sebaliknya, dolar AS masih terpukul sentimen negatif demo yang berakhir ricuh di AS. Demo anarkis itu dimotori kekecewaan warga terhadap isu rasisme di AS usai meninggalnya warga berkulit hitam George Floyd di tangan polisi AS.

"Hingga sore ini juga tidak terlihat eskalasi ketegangan antara AS dan China, sehingga untuk sementara ini belum menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko," paparnya.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar