LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

New Normal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Buka Kembali Rumah Ibadah Jakarta

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai memberi Izin Kegiatan Beribadah, mulai esok hari, masjid dan tempat ibadah lainnya kembali aktip termasuk Salat jumat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mulai besok, Jumat (5/6/2020), resmi memberi Izin untuk membuka kembali tempat ibadah, masyarakat Ibu Kota sudah bisa menjalankan ibadah di masjid, gereja, maupun tempat ibadah lainnya.

Hal ini setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa bulan Juni ini ditetapkan sebagai masa transisi. Menurut dia, kegiatan sosial sudah bisa dilakukan secara bertahap. Tempatibadah pun sudah bisa dibuka ermasuk Salat Jumat sudah diperbolehkan mulai besok, Jumat (5/6/2020).

Meski begitu, tempat ibadah tersebut tidak boleh dibuka selama 24 jam. Melainkan hanya boleh digunakan pada waktu-waktu tertentu yang terkait dengan kegiatan peribadatan yang rutin

Selama di tempat ibadah, warga juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan selama di tempat ibadah. Pastikan harus selalu aman dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Anies menerangkan, prinsipnya itu jumlahnya maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Kemudian jarak aman 1 meter antar orang, membersihkan tempat dengan disinfektan sebelum dan sesudah kegiatan.
"Kemudian di luar kegiatan rutin, rumah ibadah ditutup dulu. Tidap sepanjang waktu," jelas Anies.

Selanjutnya khusus untuk masjid dan musala ada protokol yang harus diterapkan. Yaitu tidak menggunakan karpet, permadani. Jemaah harus membawa sajadah sendiri.

"Tidak menggunakan karpet permadani. Harus bawa sajadah sendiri. Alas kaki harus dibawa sendiri dan disimpan sendiri," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah DKI Jakarta memperpanjang status PSBB di Jakarta dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan perpanjangan PSBB ini hasil pemantauan perkembangan penanganan wabah virus corona di DKI Jakarta.

Dalam data yang didapat masih ada sejumlah wilayah di DKI Jakarta yang masuk zona merah atau tingkat penyebaran wabah Covid-19 tinggi.

"Ada wilayah yang masih merah karena itu masih berstatus PSBB, tetapi di sisi lain, kita sudah mulai melakukan masa transisi," ujar Anies di Balai Kota, Kamis (6/5/2020).

Anies menambahkan masa transisi yang dimaksud yakni dari pembatasan sosial massif menuju kondisi aman sehat produktif.

Artinya masa transisi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman, sehat dan bebas dari virus covid sehingga masyarakat bisa kembali melakukan kegiatan sosial ekonomi.

"Dalam masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati," ujar Anies.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar