LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Kecewa pada PSSI, Shin Tae Yong Curhat Ke Media Korsel Soal Pengangkatan Indra Sjafri

Shin tae yong dan Indra Sjafri 
Singgung Kesalahan Indra Sjafri, Shin Tae-yong Ungkap Kekecewaan pada PSSI. Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, baru menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia selama kurang lebih enam bulan.

Mantan pelatih timnas Korea Selatan itu diminta PSSI untuk menggantikan Simon McMenemy dalam menangani tim Garuda pada Januari 2020.

Ketika pertama kali ditawari menjabat juru taktik timnas Indonesia, Shin Tae-yong menilai bahwa PSSI memiliki visi dan komitmen yang bagus dalam membangun sepak bola nasional.

Berkat kepercayaan itu, Shin Tae-yong pun mau menandatangani kontrak jangka panjang selama empat tahun bersama timnas Indonesia dan meninggalkan tawaran dengan gaji menggiurkan dari klub China.

Sayang setelah enam bulan berdinamika bersama PSSI dan timnas Indonesia, Shin Tae-yong justru merasa kecewa.

Kekecewaan itu diungkapkan oleh Shin Tae-yong ketika bertemu dengan media Korea Selatan, Naver Sports, di sebuah kafe di Gangnam, Seoul, pada Rabu (17/6/2020).

Shin Tae-yong menilai bahwa PSSI justru tidak konsisten dalam memegang janji dan menyusun kebijakan untuk timnas Indonesia.

Dibalik penunjukkan Indra Sjafri sebagai direktur teknik oleh PSSI, rupanya terselip kejengkelan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

"PSSI meminta merekomendasikan coach lokal (Indra Sjafri) dan saya terima saja. Akan tetapi, setelah selesai TC Thailand, coach lokal tersebut pulang saja tanpa izin,"

"Meeting hari esoknya saya ingin memaafkan jika dia mengaku kesalahannya, tetapi malah kelakuannya seolah-olah tidak salah apa-apa."

"Kemudian, Ketua Umum PSSI, purnawirawan perwira tinggi Polri, memanggil saya untuk bertemu," _
 "Dua bulan kemudian, coach yang tadinya dikeluarkan menjadi berjabatan sebagai Direktur Teknik (PSSI),”

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar