LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

8 Protokol Kesehatan Yang Harus Dilakukan Tiap Klub Agar Liga 1 dan Liga 2 2020 Bisa Berjalan Dengan Lancar dan Aman

ilustrasi penerapan protokol covid-19
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengatakan pihaknya sudah membuat protokol kesehatan guna melanjutkan kembali bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2020.

PSSI rencananya ingin melanjutkan Liga 1 pada September dan Liga 2 di bulan Oktober 2020. Untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19, PSSI diminta harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sebab, PSSI tidak ingin ketika kompetisi kembali bergulir, ada pemain ataupun ofisial klub Liga 1 dan Liga 2 yang terpapar virus corona

Protokol kesehatan juga sudah disiapkan oleh tim medis PSSI yang dipimpin secara langsung oleh dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi.

Dalam waktu dekat ini, PSSI akan memberikan protokol kesehatan tersebut kepada klub Liga 1 dan Liga 2 2020.

Berikut 8 protokol kesehatan yang disiapkan PSSI untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2020.
  1. Klub melakukan rapid test 1x setiap minggu kepada seluruh tim dan ofisial selama Liga berlangsung nanti. Manajemen klub juga diminta untuk memperhatikan himbauan dan instruksi Pemerintah pusat dan daerah terkait prosedur kesehatan.
  2. Penggunaan masker diwajibkan di lingkungan latihan dan screening pengukuran suhu tubuh setiap hari ke setiap pemain dan ofisial.
  3. Tiga hari sebelum pertandingan dilakukan rapid test pertama. H-1 kembali dilakukan rapid test kedua. Hasil tes akan diserahkan ke panpel jam 10.00 di hari H. Prosedur yang sama berlaku juga untuk wasit.
  4. Hanya pemain dan wasit dengan hasil tes negatif yang dibolehkan bermain. Jika ada wasit yang positif Covid, maka akan disiapkan wasit cadangan. Pemain dengan hasil positif tanpa gejala, akan diisolasi mandiri diawasi dokter tim.
  5. Pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan berada di stadion dengan total hanya 254 orang dengan dibagi ke 3 zona.
  6. Saat hari H pertandingan, hanya ada satu pintu masuk/keluar dan wajib dilakukan pengukuran suhu. Setiap orang wajib menggunakan masker dan berjarak minimal 1 meter. Yang masuk ke zona 1 dan 2 wajib memperlihatkan surat keterangan sehat bebas Covid.
  7. Pemain dihimbau tidak melakukan jabat tangan. Tidak berbagi botol minum dengan pemain lain dan tidak meludah di lapangan. Pasca pertandingan, disarankan tidak makan bersama dan mandi di ruang ganti stadion.
  8. Tidak ada wawancara media dengan pemain dan ofisial di lapangan. Wawancara dilakukan secara virtual di ruang press conference yang disiapkan. 
Tidak ada sistem degradasi untuk musim ini, tetapi ada dua tim promosi dari Liga 2 ke Liga 1 2021. sementara uang subsidi setiap klub juga akan diberikan sebesar Rp 800 juta setiap bulan untuk masing-masing klub.

Untuk Liga 2 2020, kompetisi dilanjutkan dengan dibelah ke dalam empat grup yang diisi enam klub.

Uang subsidi untuk Liga 2 juga akan diberikan sebanyak Rp 200 juta setiap bulan untuk masing-masing klub yang bekompetisi di liga 2. Dua tim teratas akan lolos promosi ke Liga 1 2021 dan tidak ada degradasi ke Liga 3 untuk tahun depan.

sementara itu, PSSI juga mewacanakan liga di pusatkan di jawa, mengingat stadion-stadion di jawa yang sanagt memadai untuk menggelar kompetisi.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar