LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Tidak Percaya Virus Corona, Warga Usir Petugas Medis Yang Hendak Menjemput Pasien PDP Yang Kabur Dari Rumah Sakit


penolakan warg
Petugas Pakai APD Lengkap Nyaris Diamuk Warga, Diusir saat Jemput PDP Corona yang Kabur.  Sejumlah warga mengamuk dan mencoba menghadang petugas medis yang hendak menjemput PDP corona yang kabur dari rumah sakit.

Para petugas diusir saat akan menjemput PDP corona yang kabur dari rumah sakit. Warga juga terlihat marah kemudian membentak, mendorong, dan mengusir petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) saat mencoba memberi penjelasan.
 
Sejumlah warga mengamuk dan mencoba menghadang petugas medis yang hendak menjemput PDP corona yang kabur dari rumah sakit

Di kutip dari kompas.com, kejadian penolakan tersebut terjadi di desa Tamilow pada hari jumat 29 Mei kemaren.

“Kejadiannya itu Jumat kemarin di Desa Tamilow. Jadi tim gugus tugas ke sana untuk menjemput salah satu PDP yang keluar dari rumah sakit, tapi ditolak warga, api Jumat pagi itu pasien keluar dan pulang ke kampungnya secara diam-diam” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tengah Jenny Adijaya kepada Kompas.com

Pasien tersebut masuk ke RSUD Masohi dengan keluhan diabetes pada Rabu (27/5/2020). Keesokan harinya, pasien di-rapid test dan hasilnya reaktif.

Pejabat Desa Tamilouw, Rustandi Wailissa mengatakan, penolakan warga terjadi karena mereka belum memahami secara baik prosedur penanganan medis terhadap pasien dalam pengawasan.

“Pihak keluarga ini keberatan dan menolak tim gugus tugas karena mereka datang dengan mengenakan APD lengkap, adi kelihatannya kurang nyaman begitu menurut pandangan warga" ujar pejabat desa Tamilow

Setelah diberikan pemahaman, warga kemudian membubarkan diri dan petugas medis membawa AT ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan swab.

AT sebelumnya dijemput keluarga di rumah sakit dengan mobil dan dibawa pulang ke kampung halaman secara diam-diam. Keluarga merasa penanganan AT sebagai PDP di rumah sakit tersebut tidak dilakukan dengan baik.

“Pihak keluarga ini mengaku AT diperlakukan dengan tidak baik, makanya keluarga membawa pulang pasien ke kampung tanpa izin rumah sakit,” ujar Rustandi.

brikut Vidio detik-detik ketika warga hamppir diamuk warga saat penjemputan pasien virus corona tersebut
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar