LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Ex Pelatih Malaysia Bandingkan Pemain Indonesia dan Malaysia, Sebut Pemain Indonesia Cuma Bisa Lari Saja, Setelah 60 Menit Kehabisan Tenaga

Timnas Indonesia saat bersua dengan Malaysia

Bojan Hodak ex pelatih timnas malaysia U-19 yang juga merupakan pelatih PSM Makasar sebut pemain Indonesia hanya bisa lari saja dsn setelah 60 menit kehabisan tenga, Bojan Hodak membandingkan antara pemain Indonesia dengan pemain Malaysia. Menurut Hodak, pemain dari dua negara serumpun ini memiliki kesamaan. Baik Indonesia dan Malaysia mempunyai kualitas yang jauh berada di bawah level eropa, Namun Hodak menganggap, pemain Malaysia lebih unggul seacar tehnik dan taktik di banding pemain indonesia,

Dikutip dari Football5star.com yang menguti media Kroasia, Bojan Hodak memberikan pendapat tentang pemain kkkkkkedua negara. Bojan Hodak berandai-andai tentang karir pemain kedua negara, Bojan Hodak menyebut para pemain Malaysia lebih layak berkarir di liga kasta tertinggi liga Kroasia, sedangkan para pemain Indonesia hanya layak bermain di kasta kedua liga Kroasia,

“Secara fisik tentu pemain dari kedua negara ini jauh dari liga Eropa. Mereka pemain terlalu banyak lari, tetapi setelah 60 menit mereka kelelahan. Secara teknis dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik, Pemain dari klub top Malaysia bisa bermain di 1. HNL sedangkan pemai dari klub Indonesia hanya memiliki kualitas di kasta kedua, Pemain dari klub top Malaysia bisa bermain di 1. HNL sedangkan pemai dari klub Indonesia hanya memiliki kualitas di kasta kedua" Tutur Bojan

Hodak menyebut bahwa secara kualitas, pemain di Indonesia dan Malaysia bisa dikatakan sangat buruk dalam penerapan teknik. Hal ini yang harus diperbaiki. Bagi para pemain lokal, saya katakan mereka sedikit keliru dalam hal menerapkan taktik. Meskipun hal itu tetap memberi hiburan bagi para penonton. Namun masalah terbesar bagi sepak bola di dua negara itu dan banyak negara di Asia adalah soal pembinaan pemain muda,” ucap eks pelatih Malaysia U-19 tersebut.

Bojan Hodak mengawali kariernya di Zagreb, Kroasia. Ia menghabiskan waktu lima tahun dengan bermai di klub lokal NK Trnje dan NK Vrapce. Pelatih berusia 48 tahun ini meninggalkan Kroasia pada 1996.

Saat itu, ia mendarat ke Singapura dan bermain untuk Balestier Central. Hodak tercatat bermain di Singapura dan Hongkong selama lima tahun. Ia lalu sempat kembali ke Kroasia pada 2002 saat sang ayah jatuh sakit.

Hodak mengatakan bahwa saat ini ia dan keluarganya cukup nyaman tinggal di Malaysia. Hodak bahkan menyebut bahwa ia membeli sebuah flat mewah di kawasan Pulau Penang.
Ini jadi tempat pensiun terbaik. Penang masuk dalam daftar 10 tempat terbaik itu. Pantai berpasir, cukup murah untuk ditinggali dan keamanan yang cukup hebat,” ucap Hodak.

Bojan Hodak juga mengungkapkan kekagumannya kepada para Suporter Indonesi, dimana Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak berbagi cerita tentang Indonesia ke media Kroasia. Mulai dari sepakbola Indonesia dan para suportenya.
Bojan Hodak mengaku langsung terkesan dengan suporter Indonesia dari latihan pertamanya memimpin PSM. Ada ribuan suporter PSM yang menyaksikan langsung latihan yang saat itu digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (8/1/2020) sore.
Ia sudah memperkirakan hal itu terjadi karena sudah pernah bekerja di Malaysia. Bisa dibilang kultur sepakbola Indonesia dan Malaysia tidak jauh berbeda.

"Ternyata di Indonesia mereka lebih gila lagi, ada 8 ribu fans yang menyaksikan latihan pertama saya bersama PSM. Kemudian saya memutuskan latihan digelar tertutup, Karena pemain tak bisa mendengar suara saya sekencang apapun saya berteriak. Lucunya, semakin kencang saya berteriak, semakin kencang pula mereka (fans) menabuh drum", Tutur Hodak pada media Kroasia

Di Indonesia, eks pelatih Johor Darul Takzim itu bak menjadi artis. Banyak orang-orang yang mengenalnya saat bepergian keluar.
Berhenti di tengah jalan karena wajahnya dikenal sudah menjadi makanan sehari-hari pelatih asal Kroasia itu. Sebuah situasi yang pernah terbayangkan olehnya.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar