LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Virus Corona Melonjak Di Singapura, Indonesia Tergeser ke Urutan ke 2 Seasia Tenggara

Table kasus virus corona di Asia Tenggara

Penyebaran virus corona di berbagai negara semakin meluas, berdasarkan data yang kami kutip dari worldometers.info/coronavirus ada totol 2,349,531 kasus di seluruh dunia dan 161,251 orang lainnya meninggal dunia.

Di Asia tenggara, virus corona juga terus menyebar dengan cepat, tercatat sejak di umumkan di negara masing-masing, virus corona terus meningkat. Di Indonesia sendiri,  pada hari minggu 9 April 2020 ada penambahan sebanyak 327 kasus sehingga jumlah total menjadi 6,575 kasus. Rata -rata terdapat sekitar 300san kasus baru di temukan di indonesia setiap harinya.

Lonjakan kasus demi kasus justru terjadi di Singapura, pada tanggal 17 April 2020, Singapura mencatat ada 4,427 kasus, naik 728 kasus dari hari sebelumnya, sedangkan pada hari sabtu 18 April 2020 kemaren, ada penambahan kasus baru sebesar 1565 kasus dan total menjadi 5,992 kasus, dan hari ini, tanggal 19 April 2020 bertambah lagi 596 kasus baru dan total ada 6,588 kasus.

Para ahli mengungkapkan, Lonjakan kasus itu di duga karena terjadi kebobolan, karena pemerintah setempat mengabaikan sejumlah wilayah yang menjadi titik penyebaran virus corona, seperti asrama para pekerja migran. Para migran tinggal di asrama dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, satu kamar bisa di huni 6 sampai 12 orang hingga menjadikan suasana di asrama sesak dan pengap.

Kebijakan singapura tentang asrama para pekerja migran mendapat kritik dari dari  seorang pengacara dan diplomay "Tommy koh," pasalnya Singapura merupakan negara maju ke 3 di dunia, namun cara memperlakukan para pekerja bukan layaknya negara maju ketiga tapi negara dunia ketiga.

Tommy koh juga menuliskan di laman sosial media facebooknya, "Asrama-asrama itu seperti bom waktu yang siap untuk meledak sewaktu-waktu. Cara Singapura memperlakukan para pekerja migran bukan seperti negara maju ketiga, tapi negara dunia ketiga"

Di Singapura banyak ditemukan kasus-kasus baru dari para pekerja migran, kebanyakan dari mereka terjebak di tempat-tempat karantina dan tempat asrama karena para majikan dan proyek-proyek terhenti.

Meski demikian, belum terbukti apakah yang membawa virus corona itu dari pekerja migran dari luar negeri atau pekerja dari dalam negeri sendiri. Di ketahui di singapura, pemerintah setempat telah melakukan test massal dan karantina, namun di tengarai masih banyak warga singapura yang luput dari dari perhatian terutama para oekerja migran.

Singapura sempat di anggap negara paling berhasil dalam mengatasi virus corona, karena pemerintah singapura dianggap mampu membangun kesadaran untuk mencegah dari penularan virus corona, namun prestasi itu luntur seketika ketika kasus demi kasus terus bertambah.

Hingga kini, Singapura menjadi negara di asia tenggara yang paling banyak terdampak virus corona dengan jumlah total 6.588 kasus dan 11 orang lainnya meninggal.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar