LlgE7jWGs9pfx18ljCTds00cnAM7wTgN53nmXvop

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 728x90

10 Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Tel: +01 19 9876-54321

Email: contact@mail.com

Banner Produk

Tags

Menu Halaman Statis

Blogku

Masih Terus Berjuang Melawan Corna. IDI Mengumumkan 2 Dokter Kembali Gugur


Inalillahi wainna ilahi roji'un. 2 dokter indonesia kembali gugur karena virus covid 19

IDI (ikatan dokterr Indonesia) melalui akun resminya di Twitter kembali mengumumkan kepergian 2 Dokter indonesia

“Turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya, dr Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo, dan dr Exsenveny Lolapua.,M.KEs,” bunyi ucapan itu sambil menyertakan keduanya

Kedua Dokter itu adalah Bartholomeus dan Bartholomeus. Kedianya merupakan 
merupakan dokter yang juga anggota IDI 

Dokter Bartholomeus, adalah anggota IDI Cabang Jakarta Barat. Sedangkan dr Exsenveny Lolapua, merupakan Pengurus IDI Wilayah Jawa Barat atau IDI Cabang Bandung.

Kabar meninggal kedua dokter tersebut menambah panjang daftar tenaga medis yang gugur saat menangani Covid-19. Sebelumnya, ada lebih dari 6 dokter yang dinyatakan meninggal dunia akibat virus mematikan Coronavirus ( Covid-19 ) ini.

Secara terpisah, IDI atau Ikatan Dokter Indonesia dan sejumlah organisasi profesi lain menyampaikan protes kepada pemerintah karena tak memadainya alat pelindung diri (APD) bagi para dokter, perawat dan tenaga medis yang terlibat dalam penatalaksanaan pasien virus corona.

Bahkan mereka mengancam mogok melakukan perawatan penanganan terhadap pasien COVID-19, jika pemerintahan tidak memenuhi APD yang dibutuhkan.

“Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular COVID-19. Maka, kami meminta terjaminnya Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan,”

Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.” demikian bunyi surat pernyataan yang diteken Ketua IDI, Daeng M Faqih, Jumat, 27 Maret 2020.

Dalam surat tersebut, Daeng menyebut, tak terpenuhinya APD bagi dokter, perawat, dan tenaga medis memungkinkan tenaga kesehatan yang terjangkit COVID-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia.

semoga virus corona ini cepat berlalu, dan kita semua bisa bisa melakukan kegiatan seperti semula tanpa adanya rasa takut dan was-was akan terjangkit virus corona

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar